banner 728x250
Blog  

Dapur Penyulingan Minyak Ilegal di Gebang Terbakar, Kepulan Asap Membumbung Tinggi

Dapur penyulingan minyak mentah ilegal milik Selamet di Dusun II, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat yang terbakar.
banner 120x600
banner 468x60

Gebang – Dapur penyulingan minyak mentah ilegal di Dusun II, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, terbakar, Senin (31/8/2026) pagi. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, terlihat hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Warga sekitar pun panik atas insiden ini.

Kebakaran penyulingan minyak ilegal yang disebut-sebut milik Selamet itu, mengundang perhatian warga sekitar. Suara ledakan dan kepulan asap yang membumbung tinggi, memicu kepanikan di sana.

banner 325x300

“Ada terdengar suara ledakan. Api langsung membesar dan kepulan asap hitam membumbung tinggi. Mungkin karena kelalaian pekerja saat nyuling minyak,” ketus narasumber sembari meminta hak tolaknya.

Karena kobaran api yang cukup besar, tak banyak yang bisa diperbuat warga sekitar. Mereka kemudian menghubungi pihak pemadam kebakaran, untuk segera melakukan pertolongan.

“Cukup banyak dapur-dapur di sini yang berdekatan dengan pemukiman. Kalau sudah terbakar gini, warga jadi sangat cemas. Anehnya lagi, gak pernah ditindak aparat dapur-dapur ilegal di sini,” ujar narasumber.

Peristiwa kebakaran dapur penyulingan minyak menyah ilegal di Langkat bukan kali pertama terjadi. Beberapa hari yang lalu, peristiwa yang sama terjadi di dapur milik Suriadi di Dusun IV, Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang.

Meski sudah beroperasi selama bertahun-tahun, aktivitas ilegal tersebut tak tersentuh hukum. Praktik penyulingan minyak ini terkesan sudah ‘main mata’ dengan aparat penegak hukum (APH).

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi belum memberikan keterangan terkait hal ini. Pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya, balum dibalas hingga berita ini diterbitkan. (Ahmad)

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *